Hari ini, pada tanggal 26 Juli 2024 SMK AL-Mujtama’ mengadakan workshop terkait dengan Pengembangan Pembelajaran Diferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan narasumber Bapak H. Tjatur Mahendra, S.E., M.Pd., Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pamekasan.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan dengan memberikan pilihan kepada siswa dalam memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Tujuan dari pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka adalah untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuannya sendiri.
Kebutuhan belajar murid harus menjadi dasar bagi praktek diferensiasi. Dalam hal ini kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan murid agar dapat menentukan strategi diferensiasi apa yang akan kita lakukan. Ada beberapa strategi diferensiasi, namun pada workshop kali ini fokus pada tiga strategi, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
Strategi yang pertama yang dibahas adalah diferensiasi konten. Sebelum kita membahas tentang diferensiasi konten kita harus mengetahui terlebih dahulu sebenarnya konten itu apa sih? Konten itu adalah apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita. Diferensiaasi Konten dapat berupa tanggapan terhadap tingkat kesiapan minat atau profil belajar murid atau juga terhadap kombinasi dari kesiapan, minat dan profil belajar murid.
Strategi diferensiasi kedua yang bisa kita lakukan adalah diferensiasi proses. Yang dimaksud diferensiasi proses di sini mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai informasi atau materi yang dipelajari saat kita telah memetakan kebutuhan belajar murid. Kemudian kita harus memikirkan bagaimana kebutuhan tersebut bisa terpenuhi, caranya bagaimana, proses seperti apa yang perlu disiapkan agar kita mengetahui bahwa setiap murid belajar. Kita perlu menentukan apakah murid-murid kita akan bekerja mandiri atau bekerja dalam kelompok. Kita juga perlu berpikir tentang seberapa banyak jumlah bantuan yang akan kita berikan kepada murid-murid kita, siapa saja yang memerlukan banyak bantuan, siapa yang cukup kita berikan bantuan dalam bentuk pertanyaan pemandu dan siapa saja yang siap bekerja. Nah semua hal tersebut harus dipertimbangkan sebagai bagian dari skenario pembelajaran yang kita rancang.
Strategi diferensiasi ketiga yaitu diferensiasi produk. Ketika kita bicara tentang diferensiasi produk maka kita akan memikirkan tentang tagihan apa yang kita harapkan dari murid. Produk ini adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan oleh murid kepada kita. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya. Bisa berbentuk karangan atau tulisan atau hasil tes atau pertunjukan atau presentasi atau pidato, rekaman, diagram dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid dan berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Setelah pemaparan materi, narasumber mengelompokkan guru sesuai dengan bidang keilmuannya untuk membuat rancangan skenario pembelajaran terkait dengan 3 diferensiasi yang telah dijelaskan. Setiap kelompok memilih satu CP untuk membuat salah satu strategi diferensiasi yang akan digunakan. Setelah selesai masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya dan akan ditanggapi oleh kelompok lain dan juga oleh narasumber.
Diakhir acara, narasumber bersama dengan guru memberikan evaluasi atas workshop yang telah dilaksanakan pada hari ini. Semoga materi yang telah disampaikan pada workshop kali ini dapat diterapkan pada pembelajaran, sehingga siswa bisa belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuannya sendiri serta yang tidak kalah penting siswa merasa bahagia dalam proses pembelajaran.
















